Agen Judi Online Terpercaya

Minggu, 25 November 2018

Cewek Berhijab Jago Kocok Dan Sepong

Share:

Sabtu, 24 November 2018

Bercinta Dengan Mama Tiriku


Info Dewasa - Sejak umur 4 tahun aku sudah ditinggal ibu kandungku. Ibu kandungku meninggal karena suatu penyakit. Satu setengah tahun kemudian papa menikah lagi dengan seorang gadis berusia 26 tahun berkulit putih, kala itu usia papa 35 tahun.

Mulanya aku memanggil ibu tiriku dengan panggilan tante, tapi dia sendiri yang ngga mau dipanggil tante, maunya dipanggil mama. Dan diapun merawatku seperti anaknya sendiri apalagi perkawinannya dengan papaku baru dikaruniai anak yakni setelah lebih dari sepuluh tahun baru dikaruniai seorang anak perempuan.

Jadi selama itu mama tiriku benar2 menganggapku sebagai anak kandungnya, merawatku dengan penuh kasih sayang dan seingatku mama tiriku ngga pernah memarahiku. Setelah adik tiriku lahirpun kasih sayang mama tiriku masih sama. Kehidupan keluarga kami boleh dibilang cukup secara ekonomi dengan gaji papa yang sebagai seorang manajer disebuah perusahaan swasta.

Apalagi setelah mama membuka toko sembako di depan rumah kami 4 tahun yang lalu dan ternyata usahanya juga boleh dibilang berhasil. Sayang kebersamaan kami dengan papa berakhir 2 tahun lalu. Papa meninggal akibat kecelakaan. Mobilnya ditabrak truk yang sopirnya ngantuk.



Kini dia single parent, tapi secara ekonomi kami tetap baik. Usaha mamapun semakin bagus, kadang kalau aku di rumah aku membantu dia di toko. Kasih sayang mamapun ngga berubah terhadap aku. Dia ngga punya rencana menikah lagi.

Kini usiaku sudah 20 tahun dan aku sudah duduk di bangku perguruan tinggi, sedang adikku baru duduk di kelas 1 SD. Usia mama tiriku kini sekitar 43 tahun. Mama tiriku bukanlah tipe orang yang suka ke salon. Tapi memang dia dikaruniai tubuh yang bagus. Walaupun setelah melahirkan adiku tubuhnya sedikit melar jadinya kayak presenter tv, tinggi tubuhnya sekitar 167cm, tapi karena kulitnya yang bagus jadi masih kelihatan sexy.

Seperti biasa setelah makan malam dan buka2 buku kuliah, belajar gitu loh.. Aku nonton acara TV, biasanya setelah menemani adikku tidur dia akan menemaniku nonton TV walaupun kurang dari satu jam.

Benar saja dia keluar dari kamar adikku mengenakan daster batik kupu2 yang longgar dan menuju ke sofa panjang yang aku duduki, tapi kali ini dia membawa minyak gosok dan menyodorkannya ke aku, ‘ Ari pijitin kepala mama sambil nonton ya ? ‘ dan mamapun langsung merebahkan kepalanya dipahaku yang hanya memakai celana pendek dan akupun melakukan yang suruh, memijit kepala mama sambil nonton.


Hanya sekitar 15 menit kau memijit kepalanya, tahu2 terdengar dengkuran halus mama, ternyata dia sudah tertidur dipahaku. Sejenak aku memandang mama dan secara refleks tanganku mengusap kepala mama tiriku ‘ Kasihan dia kecapean .. ‘ ucapku dalam hati.. Dan akupun tidak berani mengusik tidur mama dan aku biarkan dia tidur di pahaku sambil aku terus nonton acara TV.

Sesaat kemudian ketika aku masih asik nonton TV, mama bergerak membalikan tubuhnya kearahku dan tanpa disengaja wajah mama tiriku nempel di burungku yang hanya dilapisi celana pendek tanpa celana dalam,

karena memang kebiasaanku kalo mau tidur ngga pernah pake celana dalam ditambah lagi posisi tangan mama yang ditaruh dikepalanya sehingga memperlihatkan keteknya yang putih mulus dan ternyata mama ngga pake bra sehingga tonjolan pangkal teteknya yang putih menciptakan pemandangan yang menggairahkan.

Awalnya aku acuhkan, tapi karena di TV menampilkan bintang yang memang terkenal kesekiannya membuat mataku kembali melirik ketiak mama tiriku kali ini agak lama aku menikmatinya sehingga tanpa terasa burungku pun bergerak naik dan entah setan dari mana menyuruh tanganku bergerak kearah tetek mamaku dan menyentuh tetek mamaku yang sudah ngga kencang lagi tapi montok, justru aku merasakan kelembutan yang luar biasa.

Aku mengusap tetek mama tiriku beberapa kali dengan lembut dan membuatnya bereaksi. Dengan tarikan nafas panjang mama membalikan tubuhnya membelakangi aku. Aku sangat kaget dan menarik tanganku cepat2, takut ketahuan mama..

Ternyata tidak dan dia kembali tidur dipahaku, kelembutan tetek mama membuat pikiranku kacau membuat aku ingin menyentuh lagi tapi aku takut mama marah sedangkan kemaluanku berontak terus.



Dan aku mendapat akal, tanganku pertama2 pura2 memeluk pinggang mama. Ketika mama tidak beraksi, pelan2 tanganku aku naikan dekat tetek mama tiriku dan aku sentuhkan bagian bawah pangkal tetek mama tiriku kembali aku merasakan kelembutan tetek mama tiriku yang luar biasa. Ketika mama tiriku tidak bereaksi jari2ku mulai megusap tetek mamaku dan sesekali aku kenakan keputingnya.

Tiba2 mama menarik nafas panjang membuat jari2ku berhenti beroperasi, kali ini aku lebih berani atau lebih tepatnya nekat, aku ngga menarik tanganku dari tetek mama tiriku menunggu reaksi selanjutnya, ternyata kembali mama tidur.

Birahiku semakin naik membuat aku semakin berani meremas tetek mama tiriku dan perbuatanku ini membuat mama tiriku terbangun, tangannya langsung menangkap tanganku ‘ Ari ngapain kamu ? ‘ tanya mama tiriku, tidak membentak sih, tapi membuat aku pucat

‘ Mm..mmaaf ma, Ari khilaf.. ‘ hanya itu yang bisa keluar dari mulutku saking takutnya. ‘ Makanya ngga usah mikir yang macam2 dah tidur sana… mama juga mau tidur ‘ katanya sambil pergi dan menuju kamarnya dan aku masih terpaku ketakutan dan juga malu. Aku sadar setelah mendengar suara pintu mama yang ditutup ‘Glek !’

Aku segera mematikan TV dan mengejar mama tiriku ‘ Ma..ma ‘ panggilku dari luar pintu kamar. Klek.. dan mamaku muncul dari balik pintu ‘ Ada apa lagi Ari ? ‘ tanya mama tiriku dengan nada lembut seperti biasanya seperti tidak pernah terjadi apa2. ‘ Sekali lagi Ari minta maaf ya ma ‘ kataku sambil memegang dan mencium tangannya ‘ Iya..ya..sudah sana tidur ‘ jawab mama tiriku.

‘ Boleh aku tidur sama mama ga? ‘ tanyaku, dulu ketika ada papa aku suka tidur bareng mereka walaupun aku sudah ada kamar sendiri dan udah besar, terakhir aku tidur bareng mereka 2 minggu sebelum papa meninggal dan biasanya papa yang mengalah tidur di kasur kecil dibawah.

‘ OK, tapi karena kamu habis melakukan kesalahan, kamu harus tidur di bawah ‘ dan akupun tidur dibawah seperti kebiasaan papa kalau kami tidur bertiga dan akupun ngga bisa langsung tertidur masih teringat peristiwa tadi tapi aku berpura2 tidur.

‘ Ari..ari bangun. Kamu tidur diatas aja nanti kamu masuk angin ‘ mama tiriku membangunkanku dan aku melihat jam setengah 12, berarti baru sekitar 1/2 jam aku pura2 tidur. Akupun langsung naik tempa tidur mama tiriku

‘ Makasih ma…’ sambil senyum aku cium pipinya. ‘ Supaya cepat tidur kamu balik sana membelakangi mama ‘ dan akupun melakukannya. Disini lebih sulit lagi tidur tapi aku ngga mau membuat mama marah jadi aku pura2 tidur aja.

Hampir setengah jam aku tidak bergerak membelakangi mama, tiba2 aku merasakan gerakan springbed karena mama merubah posisi tidurnya dan akupun pura2 menarik nafas panjang seperti orang tidur dan membalikan badanku ke arah mama dan aku kaget ketika ternyata mama tiriku belum tidur dan sedang memandang keatas.

‘ Lho, mama kok belum tidur ? ‘ tanyaku ‘ Ia Ri, mama masih ingat kenakalan kamu tadi… ‘ jawabnya pelan ‘ Jadi mama masih marah sama Ari ya ? ‘ aku bertanya sambil dadaku deg2an karena takut. ” Ngga Ri, mama jadi teringat papamu.. Papamu suka melakukan seperti itu.

Saat mama tidur membelakangi dia, dia akan memeluk mama dari belakang dan tangannya langsung mengusap2 tetek mama seperti yang kamu lakukan tadi…. ‘ Mama terdiam dan memandangku sejenak tiba2 dia berbalik lagi dan membelakangiku.

Sejenak aku bingung dengan kata2 mama tiriku, tiba2 seperti ada yang membisikan ‘ Lakukan, seperti papamu ‘ dan seperti kerbau yang dicocok hidungnya akupun menuruti bisikan itu, aku peluk mama tiriku dari belakang dan tangan kananku langsung mengusap2 teteknya. Kali ini tangan mama tiriku justru memegangi tangan kananku dan menekan tanganku untuk lebih keras teteknya, nafasnya mulai memburu.

Melihat hal ini aku mengerti birahi mama tiriku mulai naik dan tanganku semakin berani meremas tetek dan juga putingnya. Dan bukan hanya birahi mama tiriku saja yang naik akupun sudah mulai lupa diri kalau wanita yang sedang aku gumuli ini adalah wanita yang merawatku dari kecil.

Aku membalikkan tubuhnya hingga terlentang dan langsung menindihnya dan menciumi bibirnya sambil tangan kananku terus meremas teteknya, perlahan ciumanku turun ke leher dan ke teteknya yang montok lembut itu tapi itu masih terutup dasternya, ciumanku terus merayap kebawah hingga dimemeknya yang masih tertutup cd dan dasternya,

‘ …aahh…hhh… ‘ hanya itu yang keluar dari mulutnya. Bagian bawah daster mama tiriku sudah mulai berantakan sehingga tertarik keatas dan memperlihatkan kedua pahanya yang masih padat putih mulus.

Aku sudah ngga tahan lagi ingin melihat kemulusan seluruh tubuh mama tiriku. Dan akupun membuka dasternya. kini mama tirku telanjang hanya cdnya yang masih menutupi memeknya, tapi aku benar2 terpesona dengan kemulusan mama tiriku akhirnya aku tarik cd mama tiriku dan tersembulah bulu jembut mama tiriku yang begitu lebat hingga ke lubang pantatnya.

Sesaat aku memandanginya dan akupun mulai membuka seluruh bajuku hingga sama2 telanjang bulat. Kembali aku menindih mama tiriku dan sesaat kami berciuman dan aku mulai proaktif dengan mulai merayap turun menciumi leher, ketiak dan kali ini aku membalikan tubuhnya hingga tengkurap memperlihatkan sepasang pantatnya yang padat dan aku menindihnya dari belakang dan menciumi lehernya dari belakang sambil menggesekan kemaluanku yang sudah keras ke belahan pantatnya membuat birahi mama tiriku semakin naik

‘ ahh .. Ri, ayo masukin dari belakang.. mama udah ngga tahan…hhh…’ tapi aku masih belum mau, aku masih mau menikmati tubuh mama tiriku, dan ciumanku mulai merayap turun ke pantatnya terus ke paha bagian dalamnya membuat mama tiriku menggelinjang kegelian. Ia menunggingkan pantatnya dan membuatku semakin bergairah untuk menjilati lubang anusnya …ssshh…sss.. bagai orang kepedesan mama tiriku terus menikmati jilatan di anusnya..

Lidahku terus menari2 di anusnya dan mulai merayap ke memeknya, ternyata memek mama tiriku sudah sangat licin oleh lendir birahinya sehingga mengeluarkan aroma yang khas dan rasa asin yang semakin membuatku bergairah memainkan lidahku dimemeknya.

Kini posisiku menjilati memeknya sambil terlentang dan mamatiriku menduduki kepalaku sambil terus menggoyang dan menekan2 memeknya ke mulutku membuatku kadang susah bernafas.

Tiba2 mama tiriku membalikkan badannya dan melakukan posisi 69 dengan penuh nafsu ia meraih burungku mulai memainkannya dimulutnya membuatku lebih bernafsu mejilati memeknya.

Ketika aku asik menghisap itilnya tiba2 mama tiriku meremas agak keras burungku dan mengerang …hhh…hhh…hhh.. sambil tubuhnya mengejang dan tiba2 dia melepaskan burungku dan ganti meremas perutku sambil menekankan memeknya keras2 kemulutku dan ..

ahh… aku meraskan cairan kental hangat membasahi mulutku dan akupun tak menyia2kannya dengan terus menjilati lendir mama tiriku hingga tubuhnya terus bergetar diatas mulutku. Sesaat dia merayap turun dari kepalaku dan mencium bibirku

‘ Jilatan mu hebat Ri.. mama mau ngarasain burungmu ‘ Mama tiriku langsung telentang dan aku yang memang sudah bernafsu ngga perlu nunggu lama lagi, langsung mengarahkan burungku kememeknya yang tertutup jembutnya yang lebat sudah sangat licin iitu, tapi aku ngga mau buru2 pelan2 aku memasukan burungku pelan2 sampai masuk semua …

aahh… kami hampir bersamaan melenguh kenikmatan dan ketika sudah masuk semua aku menahannya dan menekankan pantatku kuat2 sampai aku merasakan ada dinding lembut yang menahan burungku didalam memek mama tiriku setelah itu aku mulai memutar pantatku, hanya beberapa kali aku memutarkan pantatku tiba2 mama tiriku mengangkat pantatnya tinggi2 dan tubuhnya kembali bergetar hebat,

kedua tangannya meraih kepalaku dan mencium bibirku kuat2 sambil kedua matanya melotot dan mama tiriku kembali orgasme sesaat kemudian tubuhnya lunglai tanpa tenaga dibarengi dengan keringatnya yang membasahi tubuh dan kasur. Nafsuku sudah ngga tertahan lagi melihat pemandangan seperti ini, perlahan aku memaju mundurkan burungku dimemeknya untuk menyelesaikannya, tiba2 ..

‘ah..Ari tunggu dulu mama masih ngilu..’ setengah menjerit mama tiriku menahan burungku bergerak sambil mengeluarkannya dari memeknya membuat nafsuku agak tertahan, aku tersenyum dan mencium mesra bibirnya, akupun menahan diri, ‘ hh..hh.. ternyata… bukan cuma jilatanmu aja yang bikin mama KO…’ Tiba2 mama mendorongku ke samping dan akupun terlentang disamping mama tiriku

‘ sekarang giliran mama..’ kata mama tiriku sambil bangkit dan meraih burungku yang tegak berdiri dan mama tirikupun mulai dengan aksi menjilati burungku dan membuat nafsuku naik lebih tinggi, untung mama tiriku ngga lama dengan permainan mulutnya dan dia mulai naik diatas perutku dan tangan mulai mengarahkan burungku ke memeknya..bless…ahh… mama tiriku mulai dengan goyangannya dan membuat burngku semakin keras berdenyut…

‘ ma..aku udah ngga tahan ma..’ aku seperti memohon pada mama tiriku ‘ tahan sebentar sayang…ahh mama juga udah mau keluar..ahh..’ dia pun semakin keras mengoyangkan pantatnya diatasku membuat burungku seperti diremas2 dan disedot2 oleh memek mama tiriku dan

‘ maaa…ahhh…. ‘ aku sudah ngga tahan lagi menahan nafsuku setelah berdenyut2 keras beberapa kali burungku memuntahkan maniku kedalam memek mama tiriku membuat memek mama tiriku semakin licin dan enak, tanganku meremas pantat montok mama tiriku menahan ngilu diburungku, diapun merasakan luar biasa licinnya memeknya dan goyangannya semakin keras dan semakin keras dan,

aahhhh….hhhh… tubuh mama tiriku kembali bergetar hebat bahkan lebih hebat dari yang pertama dan kedua karena posisinya diatas sekarang dan aku merasa begitu banyak cairan kental dan hangat mengalir dikedua sela2 pahaku.

Akhirnya tubuh mama tiriku ambruk memelukku, nafas kamipun saling berlomba bagaikan abis lari marathon. Tanpa terasa kami tertidur sambil berpelukan, mama tiriku masih menindihku dan tertidur.
Share:

Jumat, 23 November 2018

Bercinta Dengan Adek Iparku




Share:

Rabu, 21 November 2018

Rekan Kerjaku memiliki anak gadis yang bahenol


Info Dewasa - Aku adalah seorang mahasiswa tingkat akhir di perguruan tinggi di Bandung, dan sekarang sudah tingkat akhir. Untuk saat ini aku tidak mendapatkan mata kuliah lagi dan hanya mengerjakan skripsi saja. Oleh karena itu aku sering main ke tempat abangku di Jakarta.

Suatu hari aku ke Jakarta. Ketika aku sampai ke rumah kakakku, aku melihat ada tamu, rupanya ia adalah teman kuliah kakakku waktu dulu. Aku dikenalkan kakakku kepadanya. Rupanya ia sangat ramah kepadaku. Usianya 40 tahun dan sebut saja namanya Firman. Ia pun mengundangku untuk main ke rumahnya dan dikenalkan pada anak-istrinya. Istrinya, Dian, 7 tahun lebih muda darinya, dan putrinya, Rina, duduk di kelas 2 SMP.

Kalau aku ke Jakarta aku sering main ke rumahnya. Dan pada hari Senin, aku ditugaskan oleh Firman untuk menjaga putri dan rumahnya karena ia akan pergi ke Malang, ke rumah sakit untuk menjenguk saudara istrinya. Menurutnya sakit demam berdarah dan dirawat selama 3 hari. oleh karena itu ia minta cuti di kantornya selama 1 minggu. Ia berangkat sama istrinya, sedangkan anaknya tidak ikut karena sekolah.

Setelah 3 hari di rumahnya, suatu kali aku pulang dari rumah kakakku, karena aku tidak ada kesibukan apapun dan aku pun menuju rumah Firman. Aku pun bersantai dan kemudian menyalakan VCD. Selesai satu film. Saat melihat rak, di bagian bawahnya kulihat beberapa VCD porno. Karena memang sendirian, aku pun menontonnya. Sebelum habis satu film, tiba-tiba terdengar pintu depan dibuka. Aku pun tergopoh-gopoh mematikan televisi dan menaruh pembungkus VCD di bawah karpet.

“Hallo, Oom Ryan..!” Rina yang baru masuk tersenyum.
“Eh, tolong dong bayarin Bajaj.. uang Rina sepuluh-ribuan, abangnya nggak ada kembalinya.”
Aku tersenyum mengangguk dan keluar membayarkan Bajaj yang cuma dua ribu rupiah.

Saat aku masuk kembali.., pucatlah wajahku! Rina duduk di karpet di depan televisi, dan menyalakan kembali video porno yang sedang setengah jalan. Mia memandang kepadaku dan tertawa geli.
“Ih! Oom Ryan! Begitu, tho, caranya..? Rina sering diceritain temen-temen di sekolah, tapi belon pernah liat.”
Gugup aku menjawab, “Rina.. kamu nggak boleh nonton itu! Kamu belum cukup umur! Ayo, matiin.”
“Aahh, Oom Ryan. Jangan gitu, dong! Tu, liat.. cuma begitu aja! Gambar yang dibawa temen Rina di sekolah lebih serem.”

Tak tahu lagi apa yang harus kukatakan, dan khawatir kalau kularang Rina justru akan lapor pada orangtuanya, aku pun ke dapur membuat minum dan membiarkan Rina terus menonton. Dari dapur aku duduk-duduk di beranda belakang membaca majalah.

Sekitar jam 7 malam, aku keluar dan membeli makanan. Sekembalinya, di dalam rumah kulihat Rina sedang tengkurap di sofa mengerjakan PR, dan.. astaga! Ia mengenakan daster yang pendek dan tipis. Tubuh mudanya yang sudah mulai matang terbayang jelas. Paha dan betisnya terlihat putih mulus, dan pantatnya membulat indah. Aku menelan ludah dan terus masuk menyiapkan makanan.

Setelah makanan siap, aku memanggil Rina. Dan.., sekali lagi astaga.. jelas ia tidak memakai BH, karena puting susunya yang menjulang membayang di dasternya. Aku semakin gelisah karena penisku yang tadi sudah mulai “bergerak”, sekarang benar-benar menegak dan mengganjal di celanaku.

Selesai makan, saat mencuci piring berdua di dapur, kami berdiri bersampingan, dan dari celah di dasternya, buah dadanya yang indah mengintip. Saat ia membungkuk, puting susunya yang merah muda kelihatan dari celah itu. Aku semakin gelisah. Selesai mencuci piring, kami berdua duduk di sofa di ruang keluarga.


“Oom, ayo tebak. Hitam, kecil, keringetan, apaan..!”
“Ah, gampang! Semut lagi push-up! Khan ada di tutup botol Fanta! Gantian.. putih-biru-putih, kecil, keringetan, apa..?”
Mia mengernyit dan memberi beberapa tebakan yang semua kusalahkan.
“Yang bener.. Rina pakai seragam sekolah, kepanasan di Bajaj..!”
“Aahh.. Oom Ryan ngeledek..!”
Mia meloncat dari sofa dan berusaha mencubiti lenganku. Aku menghindar dan menangkis, tapi ia terus menyerang sambil tertawa, dan.. tersandung!

Ia jatuh ke dalam pelukanku, membelakangiku. Lenganku merangkul dadanya, dan ia duduk tepat di atas batang kelelakianku! Kami terengah-engah dalam posisi itu. Bau bedak bayi dari kulitnya dan bau shampo rambutnya membuatku makin terangsang. Dan aku pun mulai menciumi lehernya. Rina mendongakkan kepala sambil memejamkan mata, dan tanganku pun mulai meremas kedua buah dadanya.

Nafas Rina makin terengah, dan tanganku pun masuk ke antara dua pahanya. Celana dalamnya sudah basah, dan jariku mengelus belahan yang membayang.
“Uuuhh.. mmhh..” Rina menggelinjang.
Kesadaranku yang tinggal sedikit seolah memperingatkan bahwa yang sedang kucumbu adalah seorang gadis SMP, tapi gariahku sudah sampai ke ubun-ubun dan aku pun menarik lepas dasternya dari atas kepalanya.
Aahh..! Rina menelentang di sofa dengan tubuh hampir polos!

Aku segera mengulum puting susunya yang merah muda, berganti-ganti kiri dan kanan hingga dadanya basah mengkilap oleh ludahku. Tangan Rina yang mengelus belakang kepalaku dan erangannya yang tersendat membuatku makin tak sabar. Aku menarik lepas celana dalamnya, dan.. nampaklah bukit kemaluannya yang baru ditumbuhi rambut jarang. Bulu yang sedikit itu sudah nampak mengkilap oleh cairan kemaluan Rina. Aku pun segera membenamkan kepalaku ke tengah kedua pahanya.

“Ehh.. mmaahh..,” tangan Rina meremas sofa dan pinggulnya menggeletar ketika bibir kemaluannya kucium.
Sesekali lidahku berpindah ke perutnya dan mengemut perlahan.
“Ooohh.. aduuhh..,” Rina mengangkat punggungnya ketika lidahku menyelinap di antara belahan kemaluannya yang masih begitu rapat.
Lidahku bergerak dari atas ke bawah dan bibir kemaluannya mulai membuka. Sesekali lidahku akan membelai kelentitnya dan tubuh Rina akan terlonjak dan nafas Rina seakan tersedak. Tanganku naik ke dadanya dan meremas kedua bukit dadanya. Putingnya sedikit membesar dan mengeras.

Ketika aku berhenti menjilat dan mengulum, Rina tergeletak terengah-engah, matanya terpejam. Tergesa aku membuka semua pakaianku, dan kemaluanku yang tegak teracung ke langit-langit, kubelai-belaikan di pipi Rina.
“Mmmhh.. mmhh.. oohhmm..,” ketika Rina membuka bibirnya, kujejalkan kepala kemaluanku.
Mungkin film tadi masih diingatnya, jadi ia pun mulai menyedot. Tanganku berganti-ganti meremas dadanya dan membelai kemaluannya.

Segera saja kemaluanku basah dan mengkilap. Tak tahan lagi, aku pun naik ke atas tubuh Rina dan bibirku melumat bibirnya. Aroma kemaluanku ada di mulut Rina dan aroma kemaluan Rina di mulutku, bertukar saat lidah kami saling membelit.

Dengan tangan, kugesek-gesekkan kepala kemaluanku ke celah di selangkangan Rina, dan sebentar kemudian kurasakan tangan Rina menekan pantatku dari belakang.
“Ohhmm, mam.. msuk.. hh.. msukin.. Omm.. hh.. ehekmm..”
Perlahan kemaluanku mulai menempel di bibir liang kemaluannya, dan Rina semakin mendesah-desah. Segera saja kepala kemaluanku kutekan, tetapi gagal saja karena tertahan sesuatu yang kenyal. Aku pun berpikir, apakah lubang sekecil ini akan dapat menampung kemaluanku yang besar ini. Terus terang saja, ukuran kemaluanku adalah panjang 15 cm, lebarnya 4,5 cm sedangkan Rina masih SMP dan ukuran lubang kemaluannya terlalu kecil.

Tetapi dengan dorongan nafsu yang besar, aku pun berusaha. Akhirnya usahaku pun berhasil. Dengan satu sentakan, tembuslah halangan itu. Rina memekik kecil, dahinya mengernyit menahan sakit. Kuku-kuku tangannya mencengkeram kulit punggungku. Aku menekan lagi, dan terasa ujung kemaluanku membentur dasar padahal baru 3/4 kemaluanku yang masuk. Lalu aku diam tidak bergerak, membiarkan otot-otot kemaluan Rina terbiasa dengan benda yang ada di dalamnya.

Sebentar kemudian kernyit di dahi Rina menghilang, dan aku pun mulai menarik dan menekankan pinggulku. Rina mengernyit lagi, tapi lama kelamaan mulutnya menceracau.
“Aduhh.. sshh.. iya.. terusshh.. mmhh.. aduhh.. enak.. Oomm..”
Aku merangkulkan kedua lenganku ke punggung Rina, lalu membalikkan kedua tubuh kami hingga Rina sekarang duduk di atas pinggulku. Nampak 3/4 kemaluanku menancap di kemaluannya. Tanpa perlu diajarkan, Rina segera menggerakkan pinggulnya, sementara jari-jariku berganti-ganti meremas dan menggosok dada, kelentit dan pinggulnya, dan kami pun berlomba mencapai puncak.

Lewat beberapa waktu, gerakan pinggul Rina makin menggila dan ia pun membungkukkan tubuhnya dan bibir kami berlumatan. Tangannya menjambak rambutku, dan akhirnya pinggulnya menyentak berhenti. Terasa cairan hangat membalur seluruh batang kemaluanku.

Setelah tubuh Rina melemas, aku mendorong ia telentang. Dan sambil menindihnya, aku mengejar puncakku sendiri. Ketika aku mencapai klimaks, Rina tentu merasakan siraman air maniku di liangnya, dan ia pun mengeluh lemas dan merasakan orgasmenya yang ke dua.uran kemaluanku adalah panjang 15 cm, lebarnya 4,5 cm sedangkan Rina masih SMP dan ukuran lubang kemaluannya terlalu kecil.



Sekian lama kami diam terengah-engah, dan tubuh kami yang basah kuyup dengan keringat masih saling bergerak bergesekan, merasakan sisa-sisa kenikmatan orgasme.
“Aduh, Oom.. Rina lemes. Tapi enak banget.”
Aku hanya tersenyum sambil membelai rambutnya yang halus. Satu tanganku lagi ada di pinggulnya dan meremas-remas. Kupikir tubuhku yang lelah sudah terpuaskan, tapi segera kurasakan kemaluanku yang telah melemas bangkit kembali dijepit liang vagina Rina yang masih amat kencang.

Aku segera membawanya ke kamar mandi, membersihkan tubuh kami berdua dan.. kembali ke kamar melanjutkan babak berikutnya. Sepanjang malam aku mencapai tiga kali lagi orgasme, dan Rina.. entah berapa kali. Begitupun di saat bangun pagi, sekali lagi kami bergumul penuh kenikmatan sebelum akhirnya Rina kupaksa memakai seragam, sarapan dan berangkat ke sekolah.

Kembali ke rumah Firman, aku masuk ke kamar tidur tamu dan segera pulas kelelahan. Di tengah tidurku aku bermimpi seolah Rina pulang sekolah, masuk ke kamar dan membuka bajunya, lalu menarik lepas celanaku dan mengulum kemaluanku. Tapi segera saja aku sadar bahwa itu bukan mimpi, dan aku memandangi rambutnya yang tergerai yang bergerak-gerak mengikuti kepalanya yang naik-turun. Aku melihat keluar kamar dan kelihatan VCD menyala, dengan film yang kemarin. Ah! Merasakan caranya memberiku “blowjob”, aku tahu bahwa ia baru saja belajar dari VCD.

 DEPOSIT VIA PULSA

BONUS DEPOSIT GOPAY 10%

BONUS NEW MEMBER 100.000 BONUS DEPOSIT HARIAN 5%

Share:

Senin, 19 November 2018

Selingkuh Dengan Tante Girang


Info Dewasa - Pada suatu siang sekitar jam 12an aku berada di sebuah toko buku Gramedia di Gatot Subroto untuk membeli majalah edisi khusus, yang katanya sih edisi terbatas. Hari itu aku mengenakan kaos tshirt putih dan celana katun abuabu.

Sebenarnya potongan badanku sih biasa saja, tinggi 170 cm berat 63 kg, badan cukup tegap, rambut cepak. Wajahku biasa saja, bahkan cenderung terkesan sangar. Agak kotak, hidung biasa, tidak mancung dan tidak pesek, mataku agak kecil selalu menatap dengan tajam, alisku tebal dan jidatku cukup pas deh. Jadi tidak ada yang istimewa denganku.

Saat itu keadaan di toko buku tersebut tidak ramai, meskipun saat itu adalah jam makan siang, hanya ada sekitar 78 orang. Aku segera mendatangi rak bagian majalah. Nah, ketika aku hendak mengambil majalah tersebut ada tangan yang juga hendak mengambil majalah tersebut. Kami sempat saling merebut sesaat (sepersekian detik) dan kemudian saling melepaskan pegangan pada majalah tersebut hingga majalah tersebut jatuh ke lantai.

Maaf.. kataku sambil memungut majalah tersebut dan memberikannya kepada orang tersebut yang ternyata adalah seorang wanita yang berumur sekitar 37 tahun (dan ternyata tebakanku salah, yang benar 36 tahun), berwajah bulat, bermata tajam (bahkan agak berani), tingginya sama denganku (memakai sepatu hak tinggi), dan dadanya cukup membusung. Busyet! molek juga nih ibuibu, pikirku.


Nggak papa kok, nyari majalah X juga yah.. saya sudah mencari ke manamana tapi nggak dapet, katanya sambil tersenyum manis.

Yah, edisi ini katanya sih terbatas Mbak..

Kamu suka juga fotografi yah?

Nggak kok, cuma buat koleksi aja kok..

Lalu kami berbicara banyak tentang fotografi sampai akhirnya,

Mah, Mamah.. Ira sudah dapet komiknya, beli dua ya Mah, potong seorang gadis cilik masih berseragam SD.

Sudah dapet Ra.. oh ya maaf ya Dik, Mbak duluan, katanya sambil menggandeng anaknya.

Ya sudah, nggak dapat majalah ya nggak papa, aku lihatlihat buku terbitan yang baru saja.

Sekitar setengah jam kemudian ada yang menegurku.

Hi, asyik amat baca bukunya, tegur suara wanita yang halus dan ternyata yang menegurku adalah wanita yang tadi pergi bersama anaknya. Rupanaya dia balik lagi, nggak bawa anaknya.

Ada yang kelupaan Mbak?

Oh tidak.

Putrinya mana, Mbak?

Les piano di daerah Tebet

Nggak dianter?

Oh, supir yang nganter.

Kemudian kami terlibat pembicaraan tentang fotografi, cukup lama kami berbicara sampai kaki ini pegal dan mulut pun jadi haus.

Akhirnya mbak yang bernama Maya tersebut mengajakku makan fast food di lantai bawah. Aku duduk di dekat jendela dan Mbak Maya duduk di sampingku.

Harum parfum dan tubuhnnya membuatku konak. Dan aku merasa, semakin lama dia semakin mendekatkan badannya padaku, aku juga merasakan tubuhnya sangat hangat.

Busyet dah, lengan kananku selalu bergesekan dengan lengan kirinya, tidak keras dan kasar tapi sehalus mungkin. Kemudian, kutempelkan paha kananku pada paha kirinya, terus kunaikturunkan tumitku sehingga pahaku menggesekgesek dengan perlahan paha kirinya. Terlihat dia beberapa kali menelan ludah dan menggarukgarukkan tangannya ke rambutnya. Wah dia udah kena nih, pikirku. Akhirnya dia mengajakku pergi meninggalkan restoran tersebut.

Ke mana? tanyaku.

Terserah kamu saja, balasnya mesra.

Kamu tahu nggak tempat yang privat yang enak buat ngobrol, kataku memberanikan diri, terus terang aja nih, maksudku sih motel.

Aku tahu tempat yang privat dan enak buat ngobrol, katanya sambil tersenyum.

Kami menggunakan taksi, dan di dalam taksi itu kami hanya berdiam diri lalu kuberanikan untuk meremasremas jemarinya dan dia pun membalasnya dengan cukup hot. Sambil meremasremas kutaruh tanganku di atas pahanya, dan kugesekgesekkan. Hawa tubuh kami meningkat dengan tajam, aku tidak tahu apakah karena AC di taksi itu sangat buruk apa nafsu kami sudah sangat tinggi.

Kami tiba di sebuah motel di kawasan kota dan langsung memesan kamar standart. Kami masuk lift diantar oleh seorang room boy, dan di dalam lift tersebut aku memilih berdiri di belakang Mbak Maya yang berdiri sejajar dengan sang room boy. Kugesekgesekan dengan perlahan burungku ke pantat Mbak Maya, Mbak Maya pun memberi respon dengan menggoyanggoyangkan pantatnya berlawanan arah dengan gesekanku.

Ketika room boy meninggalkan kami di kamar, langsung kepeluk Mbak Maya dari belakang, kuremasremas dadanya yang membusung dan kucium tengkuknya. Mmhhh.. kamu nakal sekali deh dari tadi.. hhm, aku sudah tidak tahan nih, sambil dengan cepat dia membuka bajunya dan dilanjutkan dengan membuka roknya. Ketika tangannya mencari reitsleting roknya, masih sempatsempatnya tangannya meremas batanganku.

Dia segera membalikkan tubuhnya, payudaranya yang berada di balik BHnya telah membusung. Buka dong bajumu, pintanya dengan penuh kemesraan. Dengan cepat kutarik kaosku ke atas, dan celanaku ke bawah. Dia sempat terbelalak ketika melihat batang kemaluanku yang sudah keluar dari CDku.



Kepala batangku cuma 1/2 cm dari pusar. Aku sih tidak mau ambil pusing, segera kucium bibirnya yang tipis dan kulumat, segera terjadi pertempuran lidah yang cukup dahsyat sampai nafasku ngosngosan dibuatnya.

Sambil berciuman, kutarik kedua cup BHnya ke atas (ini adalah cara paling gampang membuka BH, tidak perlu mencari kaitannya). Dan bleggh.., payudaranya sangat besar dan bulat, dengan puting yang kecil warnanya coklat dan terlihat uraturatnya kebiruan. Tangan kananku segera memilin puting sebelah kiri dan tangan kiriku sibuk menurunkan CDnya.

Ketika CDnya sudah mendekati lutut segera kuaktifkan jempol kaki kananku untuk menurunkan CD yang menggantung dekat lututnya, dan bibirku terus turun melalui lehernya yang cukup jenjang. Nafas Mbak Maya semakin mendengusdengus dan kedua tangannya meremasremas buah pantatku dan kadangkadang memencetnya.

Akhirnya mulutku sampai juga ke buah semangkanya. Gila, besar sekali.. ampun deh, kurasa BHnya diimpor secara khusus kali. Kudorong tubuhnya secara perlahan hingga kami akhirnya saling menindih di atas kasur yang cukup empuk. Segera kunikmati payudaranya dengan menggunakan tangan dan lidahku bergantian antara kiri dan kanan.

Setelah cukup puas, aku segera menurunkan ciumanku semakin ke bawah, ketika ciumanku mencapai bagian iga, Mbak Maya menggeliatgeliat, saya tidak tahu apakah ini karena efek ciumanku atau kedua tanganku yang memilinmilin putingnya yang sudah keras. Dan semakin ke bawah terlihat bulu kemaluannya yang tercukur rapi, dan wangi khas wanita yang sangat merangsang membuatku bergegas menuju liang senggamanya dan segera kujilat bagian atasnya beberapa kali.

Kulihat Mbak Maya segera menghentakhentakkan pinggulnya ketika aku memainkan klitorisnya. Dan sekarang terlihat dengan jelas klitorisnya yang kecil. Dengan rakus kujilat dengan keras dan cepat. Mbak Maya bergoyang (maju mundur) dengan cepat, jadi sasaran jilatanku nggak begitu tepat, segera kutekan pinggulnya. Kujilat lagi dengan cepat dan tepat, Mbak Maya ingin menggerakgerakkan pinggulnya tapi tertahan. Tenaga pinggulnya luar biasa kuatnya.

Aku berusaha menahan dengan sekuat tenaga dan erangan Mbak Maya yang tadinya sayupsayup sekarang menjadi keras dan liar. Dan kuhisaphisap klitorisnya, dan aku merasa ada yang masuk ke dalam mulutku, segera kujepit diantara gigi atasku dan bibir bawahku dan segera kugerakgerakkan bibir bawahku ke kiri dan ke kanan sambil menarik ke atas.

Mbak Maya menjeritjerit keras dan tubuhnya melenting tinggi, aku sudah tidak kuasa untuk menahan pinggulnya yang bergerak melenting ke atas. Terasa liang kewanitaannya sangat basah oleh cairan kenikmatannya. Dan dengan segera kupersiapkan batanganku, kuarahkan ke liang senggamanya dan, Slebbb tidak masuk, hanya ujung batanganku saja yang menempel dan Mbak Maya merintih kesakitan.

Pelanpelan Ndi, pintanya lemah.

Ya deh Mbak, dan kuulangi lagi, tidak masuk juga. Busyet nih cewek, sudah punya anak tapi masih kayak perawan begini. Segera kukorek cairan di dalam liang kewanitaannya untuk melumuri kepala kemaluanku, lalu perlahanlahan tapi pasti kudorong lagi senjataku.

Aarrghh.. pelan Ndi.. Busyet padahal baru kepalanya saja, sudah susah masuknya. Kutarik perlahan, dan kumasukan perlahan juga.

Pada hitungan ketiga, kutancap agak keras. Arrhhghh Mbak Maya menjerit, terlihat air matanya meleleh di sisi matanya.

Kenapa Mbak, mau udahan dulu? bisikku padda Mbak Maya setelah melihatnya kesakitan.

Jangan Ndi, terus aja, balasnya manja.

Kemudian kumainkan maju mundur dan pada hitungan ketiga kutancap dengan keras. Yah, bibir kemaluannya ikut masuk ke dalam. Wah sakit juga, habis sampai bulu kemaluannya ikut masuk, bayangkan aja, bulu kemaluan kan kasar, terus menempel di batanganku dan dijepit oleh bibir kewanitaan Mbak Maya yang ketat sekali.

Dengan usaha tiga hitungan tersebut, akhirnya mentok juga batanganku di dalam liang senggama Mbak Maya. Terus terang saja, usahaku ini sangat menguras tenaga, hal ini bisa dilihat dari keringatku yang mengalir sangat deras.

Setelah Mbak Maya tenang, segera senjataku kugerakkan maju mundur dengan perlahan dan Mbak Maya mulai menikmatinya. Mulai ikut bergoyang dan suaranya mulai ikut mengalun bersama genjotanku. Akhirnya liang kewanitaan Mbak Maya mulai terasa licin dan rasa sakit yang diakibatkan oleh kasar dan lebatnya bulu kemaluannya sedikit berkurang dan bagiku ini adalah sangat nikmat.

Baru sekitar 12 menitan menggenjot, tibatiba dia memelukku dengan kencang dan, Auuwwww., jeritannya sangat keras, dan beberapa detik kemudian dia melepaskan pelukannya dan terbaring lemas.

Istirahat dulu Mbak, tanyaku.

Ya Ndi.. aku ingin istirahat, abis capek banget sich.. Tulangtulang Mbak terasa mau lepas Ndi, bisiknya dengan nada manja.
Oke deh Mbak, kita lanjutkan nanti aja.., balasku tak kalah mesranya.

Ndi, kamu sering ya ginian sama wanita lain.., pancing Mbak Maya.

Ah nggak kok Mbak, baru kali ini, jawabku berbohong.

Tapi dari caramu tadi terlihat profesional Ndi, Kamu hebat Ndi..
Sungguh perkasa, puji Mbak Maya.

Mbak juga hebat, lubang surga Mbak sempit banget sich.., padahal kan Mbak udah punya anak, balasku balik memuji.

Ah kamu bisa aja, kalau itu sich rahasia dapur, balasnya manja.

Kamipun tertawa berdua sambil berpelukan.

Tak terasa karena lelah, kami berdua tertidur pulas sambil berpelukan dan kami kaget saat terbangun, rupanya kami tertidur selama tiga jam. Kami pun melanjutkan permainan yang tertunda tadi. Kali ini permainan lebih buas dan liar, kami bercinta dengan bermacammacam posisi. Dan yang lebih menggembirakan lagi, pada permainan tahap kedua ini kami tidak menemui kesulitan yang berarti, karena selain kami sudah samasama berpengalaman, ternyata liang senggama Mbak Maya tidak sesempit yang pertama tadi, mungkin karena sudah ditembus oleh senjataku yang luar biasa ini sehingga kini lancarlah senjataku memasuki liang sorganya.




Share:

Sabtu, 17 November 2018

Bercinta Di Waktu Turunnya Hujan Deras


INFO-DEWASA - Terbaru cerita mesum Saya saat ini ketiga SMA kelas, aku punya dua teman wanita yang sangat dekat dengan saya. Nama salsa dan Liana. Mereka berdua sangat indah; mereka juga tubuh yang ramping dan sangat seksi dengan hampir payudara yang sama sekitar 34B. untuk pantat Liana seksi dengan yang lebih besar dan lebih menjulang mundur. Namun Salsay terlihat HOT untuk Salsay sering berpakaian super seksi.

Pada saat itu belajar di rumah Salsa kita telah berjanji bersama bertemu ayah di sana, waktu telah menunjukkan pukul 18.00, aku segera mengambil sepeda unutk menuju rumah Salsa, eee tidak taunya hujan setengah berat sekali mengguyur kota Bandung, saya terpaksa berhenti dan menunggu hujan berhenti, karena saya sudah punya janji dengan mereka berdua untuk belajar bersamasama, baik .. aku bersedia mengorbankan meskipun hujan belum reda. cerita gay ABG

Dan akhirnya saya tiba di rumah Salsa dengan basah kuyup. Tibatiba Salsa keluar dari rumahnya dengan suara motor saya, mengetahui kapan saya memakai sepeda motor Ninja cukup berisik untuk didengar. “ML Memek Perawan”

Salsa tibatiba didekati untuk membuka pagar, agaraku bisa masuk, dan secara otomatis salsa menjadi basah, dan melihat pemandangan menggoda saya. BHnya jelas bagi saya, dan saya pikir ukuran cukup besar (36B) dan saat ia mengenakan bra hitam, sehingga jelas bagi saya. “Ngesex Memek Perawan”


DEPOSIT VIA PULSA

BONUS DEPOSIT GOPAY 10%

BONUS NEW MEMBER 100.000 BONUS DEPOSIT HARIAN 5%


Setelah itu saya pergi ke rumahnya, dan izin untuk Salsa ke toilet untuk membersihkan tubuh saya karena hujan lalu. Ketika aku mandi terdengar Salsa mengetuk pintu dan memanggil saya untuk memberikan handuk, aku membuka pintu dan mengambil handuk. “Pus Naked ABG HOT”

Setelah mandi aku keluar hanya mengenakan handuk saja. Saya mencari untuk meminjam pakaian Salsa saudara yang kebetulan berada di luar kota. Saya melihat di sekitar rumah, dan saya merasa tidak ada orang lain di rumah.

Mengabaikannya, saya pikir. Dan aku dikejutkan oleh suara seseorang memanggil saya, ketika saya melihat, dia Liana, yang tahu kapan datangnya. Kemudian dia memberi saya pakaian, saya terkejut dia membuat, karena saya tidak tahu dia ketika itu datang.

Aku kembali ke kamar mandi untuk memakai baju ini. Dan ketika aku mengganti pakaian, tibatiba Salsa datang, dan sangat terkejut karena saya pikir saya tidak ada di dalam (maklum lupa kunci pintu kamar mandi saya). “Pus Naked ABG HOT”

Salsa mengatakan dengan wajah terserang, “Maaf yah,” dan dia langsung pergi keluar dan saya terus memakainya. Setelah selesai, aku pindah dari sana. Aku pergi ke ruang tamu dan melihat mereka sedang bersiapsiap untuk memulai belajar bersama. “Ngesex Memek Perawan”

Aku bisa melihat wajah Salsa agak canggung. Setelah itu saya duduk dan mengeluarkan sebuah buku yang telah saya dibawa. Setelah beberapalama belajar, siapa tahu apa yang masuk ke otak saya sehingga membuat “Joni” berdiri.

Pada saat itu Salsa meminta maaf kepada saya atas apa yang terjadi sebelumnya, dan berbisik padanya tidak memberitahu pada siapa pun, aku bahkan berkata ya. Ketika Liana diundang untuk menonton VCD yang baru dipinjam untuk melepas terlambat dalam belajar, dan kami pergi ke ruang Salsa.

Kami bertiga mulai menonton film. Setelah beberapa saat kita menonton, tampaknya adegan yang “hot”, kami betiga hanya diam, saling memandang. Aku melihat Liana sudah mulai gelisah, mungkin melihat kejadian, dan terlihat Salsa yang telah diam, tapi dia seperti mulai terangsang oleh adegan. “Pus Naked ABG HOT”

Saya juga melirik Salsa, dan tanpa dia mengetahui dia menggosok ke arah kemaluannya, dan sedikit desahan kecil, “Sshh .. ahh ..” ini membuat “Joni” beranjak dari tempatnya. Bangunlah hati saya untuk bekerja pada mereka berdua.

Aku menggeser posisi dudukku untuk lebih dekat dengan mereka berdua. Saya juga memberanikan diri untuk membelai pahanya yang montok dan putih mulus. Dia hanya diam, seakan menikmati persuasi itu.

Liana melihat dan ikut terangsang juga, ketika liana putus asa untuk mendapatkan dekat dengan saya, dan tibatiba dia mencium bibirku dengan hangat, dan aku menjawab dengan ciuman manis. Sangat lembut ciuman yang membuat saya bahkan lebih membabi buta. “Ngesex Memek Perawan”

Aku meremas dada Liana masih terbungkus BH, dan Liana sangat menikmati. Tibatiba saya mendengar terkesiap Salsa, “Shh .. ahh .. memuaskan saya malam ini, .. pleassee, aku sudah tidak tahannich.” Saya mengatakan kepada mereka untuk melepas salah satu pakaianNya dengan satu.

Mereka cepat pakaiannya. Kemudian Liana pengupasan pakaian saya, dan ketika ia membuka mereka terbelalak celana, karena saya adalah besar seeing 20cm. Salsa ayam cepat melahap sudah tegang dari sebelumnya.

Ketika Salsa melahap penisku, aku terus menjilati puting Liana sudah mulai mengeras, dan Liana menggelinjang keenakan. Pada waktu itu saya mengatakan kepada Liana telentang di tempat tidur, sekarang aku mulai menjilati kemaluannya sudah mengeluarkan bau yang harum dari kemaluannya.

Aku terus menjilati dengan liar, dengan sedikitsedikitngocok aku mengocok dengan jari saya, dan ia menikmatinya. Dia mengatakan kepada saya untuk memasukkannya ke dalam vaginanya, “Ayo, masuk dong itunya, saya sudah tidak sabar menunggunya,” kataku,

“Ya sayang, tunggu yah ..” tibatiba Salsa melepaskannya dari pangkal paha mulutnya dan memandunya batanganku masuk ke dalam liang milik Liana dibasahi sebelumnya. “Ngesex Memek Perawan”

“Berkatilah .. memberkati .. memberkati” batanganku masuk setengah, dan aku menggoyangkan bolakbalik perlahan dengan bantuan Salsa yang terus memeluk saya dan mencium itu.

Tibatiba Liana menjerit kesakitan saat batang kemaluanku itu terlalu besar untuk masuk ke dalam liang senggama nya. Aku terus berusaha, dan akhirnya batangku itu juga berhasil lenyap semua dalam, dan terasa saya cairan hangat yang keluar dari Liana kemaluan.

“Ahh .. ahh .. ah .. Liana ..” Setelah 20 menit saya melakukannya dengan Liana, kini giliran Salsa yang luar tahandengan terangsang nya itu.

Saya kemudian mulai menggali ke dalam Salsa sangat menggodaitu,

“Berkatilah .. memberkati ..” amblaslah sudah batanganku itu di dalamnya.
“Ah ah ah ..” desahnya. Aku merasa dia akan orgasme, tapi itu benar dia mendesah,
“Yonn .. aa .. kuu maa .. uu .. keeluarr ..”

Lalu aku berkata, “Tunggu sebentar .. juga mengatakannya lagi, aku nich maukeluar ..” Dan setelah beberapa saat dia orgasme, dan debit yang terasa hangat untuk saya.

Segera setelah goyanganku aku juga mempercepat dan .. “.. Creett creett croott .. ..” Aku meludah seluruh cum di Salsa mulut dan Liana. “Ngesex Memek Perawan”

Mereka berdua sangat menikmatinya. Kami bertiga juga merosot di tempat tidur. Salsa dan Liana bekata saya, “gay Memek ABG HOT”

“Terima kasih Yah sayang, aku tidak pernah merasa seperti ini. Emang kau begitu besar untuk melakukan hal ini,”

Saya bekata, “Ya sayang,” sementara aku mencium bibir mereka bersamasama. Karena itu sudah larut malam aku bergegas pulang dan mengucapkan selamat tinggal kepada mereka. Setelah kejadian itu kami sering melakukan, baik di rumah atau di hotel.


Share:

DAFTAR AGEN POKER TERPERCAYA

NAMA WEBSITE M.DEPOSIT PENDAFTARAN
ERTIGA POKER 10.000 Daftar

Recent News

STRIPPER GRAM BRUNETTE NINA NORTH FUCKED AND FACIALED

 DEPOSIT VIA PULSA POKERONLINE BONUS DEPOSIT GOPAY 10% BONUS NEW MEMBER 100.000 BONUS DEPOSIT HARIAN 5%

Recent

Comment

Sports

Agen Poker Online

About Me

Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.
Read More