Selasa, 20 November 2018
Senin, 19 November 2018
Selingkuh Dengan Tante Girang
Info Dewasa - Pada suatu siang sekitar jam 12an aku berada di sebuah toko buku Gramedia di Gatot Subroto untuk membeli majalah edisi khusus, yang katanya sih edisi terbatas. Hari itu aku mengenakan kaos tshirt putih dan celana katun abuabu.
Sebenarnya potongan badanku sih biasa saja, tinggi 170 cm berat 63 kg, badan cukup tegap, rambut cepak. Wajahku biasa saja, bahkan cenderung terkesan sangar. Agak kotak, hidung biasa, tidak mancung dan tidak pesek, mataku agak kecil selalu menatap dengan tajam, alisku tebal dan jidatku cukup pas deh. Jadi tidak ada yang istimewa denganku.
Saat itu keadaan di toko buku tersebut tidak ramai, meskipun saat itu adalah jam makan siang, hanya ada sekitar 78 orang. Aku segera mendatangi rak bagian majalah. Nah, ketika aku hendak mengambil majalah tersebut ada tangan yang juga hendak mengambil majalah tersebut. Kami sempat saling merebut sesaat (sepersekian detik) dan kemudian saling melepaskan pegangan pada majalah tersebut hingga majalah tersebut jatuh ke lantai.
Maaf.. kataku sambil memungut majalah tersebut dan memberikannya kepada orang tersebut yang ternyata adalah seorang wanita yang berumur sekitar 37 tahun (dan ternyata tebakanku salah, yang benar 36 tahun), berwajah bulat, bermata tajam (bahkan agak berani), tingginya sama denganku (memakai sepatu hak tinggi), dan dadanya cukup membusung. Busyet! molek juga nih ibuibu, pikirku.
Nggak papa kok, nyari majalah X juga yah.. saya sudah mencari ke manamana tapi nggak dapet, katanya sambil tersenyum manis.
Yah, edisi ini katanya sih terbatas Mbak..
Kamu suka juga fotografi yah?
Nggak kok, cuma buat koleksi aja kok..
Lalu kami berbicara banyak tentang fotografi sampai akhirnya,
Mah, Mamah.. Ira sudah dapet komiknya, beli dua ya Mah, potong seorang gadis cilik masih berseragam SD.
Sudah dapet Ra.. oh ya maaf ya Dik, Mbak duluan, katanya sambil menggandeng anaknya.
Ya sudah, nggak dapat majalah ya nggak papa, aku lihatlihat buku terbitan yang baru saja.
Sekitar setengah jam kemudian ada yang menegurku.
Hi, asyik amat baca bukunya, tegur suara wanita yang halus dan ternyata yang menegurku adalah wanita yang tadi pergi bersama anaknya. Rupanaya dia balik lagi, nggak bawa anaknya.
Ada yang kelupaan Mbak?
Oh tidak.
Putrinya mana, Mbak?
Les piano di daerah Tebet
Nggak dianter?
Oh, supir yang nganter.
Kemudian kami terlibat pembicaraan tentang fotografi, cukup lama kami berbicara sampai kaki ini pegal dan mulut pun jadi haus.
Akhirnya mbak yang bernama Maya tersebut mengajakku makan fast food di lantai bawah. Aku duduk di dekat jendela dan Mbak Maya duduk di sampingku.
Harum parfum dan tubuhnnya membuatku konak. Dan aku merasa, semakin lama dia semakin mendekatkan badannya padaku, aku juga merasakan tubuhnya sangat hangat.
Busyet dah, lengan kananku selalu bergesekan dengan lengan kirinya, tidak keras dan kasar tapi sehalus mungkin. Kemudian, kutempelkan paha kananku pada paha kirinya, terus kunaikturunkan tumitku sehingga pahaku menggesekgesek dengan perlahan paha kirinya. Terlihat dia beberapa kali menelan ludah dan menggarukgarukkan tangannya ke rambutnya. Wah dia udah kena nih, pikirku. Akhirnya dia mengajakku pergi meninggalkan restoran tersebut.
Ke mana? tanyaku.
Terserah kamu saja, balasnya mesra.
Kamu tahu nggak tempat yang privat yang enak buat ngobrol, kataku memberanikan diri, terus terang aja nih, maksudku sih motel.
Aku tahu tempat yang privat dan enak buat ngobrol, katanya sambil tersenyum.
Kami menggunakan taksi, dan di dalam taksi itu kami hanya berdiam diri lalu kuberanikan untuk meremasremas jemarinya dan dia pun membalasnya dengan cukup hot. Sambil meremasremas kutaruh tanganku di atas pahanya, dan kugesekgesekkan. Hawa tubuh kami meningkat dengan tajam, aku tidak tahu apakah karena AC di taksi itu sangat buruk apa nafsu kami sudah sangat tinggi.
Kami tiba di sebuah motel di kawasan kota dan langsung memesan kamar standart. Kami masuk lift diantar oleh seorang room boy, dan di dalam lift tersebut aku memilih berdiri di belakang Mbak Maya yang berdiri sejajar dengan sang room boy. Kugesekgesekan dengan perlahan burungku ke pantat Mbak Maya, Mbak Maya pun memberi respon dengan menggoyanggoyangkan pantatnya berlawanan arah dengan gesekanku.
Ketika room boy meninggalkan kami di kamar, langsung kepeluk Mbak Maya dari belakang, kuremasremas dadanya yang membusung dan kucium tengkuknya. Mmhhh.. kamu nakal sekali deh dari tadi.. hhm, aku sudah tidak tahan nih, sambil dengan cepat dia membuka bajunya dan dilanjutkan dengan membuka roknya. Ketika tangannya mencari reitsleting roknya, masih sempatsempatnya tangannya meremas batanganku.
Dia segera membalikkan tubuhnya, payudaranya yang berada di balik BHnya telah membusung. Buka dong bajumu, pintanya dengan penuh kemesraan. Dengan cepat kutarik kaosku ke atas, dan celanaku ke bawah. Dia sempat terbelalak ketika melihat batang kemaluanku yang sudah keluar dari CDku.
Sambil berciuman, kutarik kedua cup BHnya ke atas (ini adalah cara paling gampang membuka BH, tidak perlu mencari kaitannya). Dan bleggh.., payudaranya sangat besar dan bulat, dengan puting yang kecil warnanya coklat dan terlihat uraturatnya kebiruan. Tangan kananku segera memilin puting sebelah kiri dan tangan kiriku sibuk menurunkan CDnya.
Ketika CDnya sudah mendekati lutut segera kuaktifkan jempol kaki kananku untuk menurunkan CD yang menggantung dekat lututnya, dan bibirku terus turun melalui lehernya yang cukup jenjang. Nafas Mbak Maya semakin mendengusdengus dan kedua tangannya meremasremas buah pantatku dan kadangkadang memencetnya.
Akhirnya mulutku sampai juga ke buah semangkanya. Gila, besar sekali.. ampun deh, kurasa BHnya diimpor secara khusus kali. Kudorong tubuhnya secara perlahan hingga kami akhirnya saling menindih di atas kasur yang cukup empuk. Segera kunikmati payudaranya dengan menggunakan tangan dan lidahku bergantian antara kiri dan kanan.
Setelah cukup puas, aku segera menurunkan ciumanku semakin ke bawah, ketika ciumanku mencapai bagian iga, Mbak Maya menggeliatgeliat, saya tidak tahu apakah ini karena efek ciumanku atau kedua tanganku yang memilinmilin putingnya yang sudah keras. Dan semakin ke bawah terlihat bulu kemaluannya yang tercukur rapi, dan wangi khas wanita yang sangat merangsang membuatku bergegas menuju liang senggamanya dan segera kujilat bagian atasnya beberapa kali.
Kulihat Mbak Maya segera menghentakhentakkan pinggulnya ketika aku memainkan klitorisnya. Dan sekarang terlihat dengan jelas klitorisnya yang kecil. Dengan rakus kujilat dengan keras dan cepat. Mbak Maya bergoyang (maju mundur) dengan cepat, jadi sasaran jilatanku nggak begitu tepat, segera kutekan pinggulnya. Kujilat lagi dengan cepat dan tepat, Mbak Maya ingin menggerakgerakkan pinggulnya tapi tertahan. Tenaga pinggulnya luar biasa kuatnya.
Aku berusaha menahan dengan sekuat tenaga dan erangan Mbak Maya yang tadinya sayupsayup sekarang menjadi keras dan liar. Dan kuhisaphisap klitorisnya, dan aku merasa ada yang masuk ke dalam mulutku, segera kujepit diantara gigi atasku dan bibir bawahku dan segera kugerakgerakkan bibir bawahku ke kiri dan ke kanan sambil menarik ke atas.
Mbak Maya menjeritjerit keras dan tubuhnya melenting tinggi, aku sudah tidak kuasa untuk menahan pinggulnya yang bergerak melenting ke atas. Terasa liang kewanitaannya sangat basah oleh cairan kenikmatannya. Dan dengan segera kupersiapkan batanganku, kuarahkan ke liang senggamanya dan, Slebbb tidak masuk, hanya ujung batanganku saja yang menempel dan Mbak Maya merintih kesakitan.
Pelanpelan Ndi, pintanya lemah.
Ya deh Mbak, dan kuulangi lagi, tidak masuk juga. Busyet nih cewek, sudah punya anak tapi masih kayak perawan begini. Segera kukorek cairan di dalam liang kewanitaannya untuk melumuri kepala kemaluanku, lalu perlahanlahan tapi pasti kudorong lagi senjataku.
Aarrghh.. pelan Ndi.. Busyet padahal baru kepalanya saja, sudah susah masuknya. Kutarik perlahan, dan kumasukan perlahan juga.
Pada hitungan ketiga, kutancap agak keras. Arrhhghh Mbak Maya menjerit, terlihat air matanya meleleh di sisi matanya.
Kenapa Mbak, mau udahan dulu? bisikku padda Mbak Maya setelah melihatnya kesakitan.
Jangan Ndi, terus aja, balasnya manja.
Kemudian kumainkan maju mundur dan pada hitungan ketiga kutancap dengan keras. Yah, bibir kemaluannya ikut masuk ke dalam. Wah sakit juga, habis sampai bulu kemaluannya ikut masuk, bayangkan aja, bulu kemaluan kan kasar, terus menempel di batanganku dan dijepit oleh bibir kewanitaan Mbak Maya yang ketat sekali.
Dengan usaha tiga hitungan tersebut, akhirnya mentok juga batanganku di dalam liang senggama Mbak Maya. Terus terang saja, usahaku ini sangat menguras tenaga, hal ini bisa dilihat dari keringatku yang mengalir sangat deras.
Setelah Mbak Maya tenang, segera senjataku kugerakkan maju mundur dengan perlahan dan Mbak Maya mulai menikmatinya. Mulai ikut bergoyang dan suaranya mulai ikut mengalun bersama genjotanku. Akhirnya liang kewanitaan Mbak Maya mulai terasa licin dan rasa sakit yang diakibatkan oleh kasar dan lebatnya bulu kemaluannya sedikit berkurang dan bagiku ini adalah sangat nikmat.
Baru sekitar 12 menitan menggenjot, tibatiba dia memelukku dengan kencang dan, Auuwwww., jeritannya sangat keras, dan beberapa detik kemudian dia melepaskan pelukannya dan terbaring lemas.
Istirahat dulu Mbak, tanyaku.
Ya Ndi.. aku ingin istirahat, abis capek banget sich.. Tulangtulang Mbak terasa mau lepas Ndi, bisiknya dengan nada manja.
Oke deh Mbak, kita lanjutkan nanti aja.., balasku tak kalah mesranya.
Ndi, kamu sering ya ginian sama wanita lain.., pancing Mbak Maya.
Ah nggak kok Mbak, baru kali ini, jawabku berbohong.
Tapi dari caramu tadi terlihat profesional Ndi, Kamu hebat Ndi..
Sungguh perkasa, puji Mbak Maya.
Mbak juga hebat, lubang surga Mbak sempit banget sich.., padahal kan Mbak udah punya anak, balasku balik memuji.
Ah kamu bisa aja, kalau itu sich rahasia dapur, balasnya manja.
Kamipun tertawa berdua sambil berpelukan.
Tak terasa karena lelah, kami berdua tertidur pulas sambil berpelukan dan kami kaget saat terbangun, rupanya kami tertidur selama tiga jam. Kami pun melanjutkan permainan yang tertunda tadi. Kali ini permainan lebih buas dan liar, kami bercinta dengan bermacammacam posisi. Dan yang lebih menggembirakan lagi, pada permainan tahap kedua ini kami tidak menemui kesulitan yang berarti, karena selain kami sudah samasama berpengalaman, ternyata liang senggama Mbak Maya tidak sesempit yang pertama tadi, mungkin karena sudah ditembus oleh senjataku yang luar biasa ini sehingga kini lancarlah senjataku memasuki liang sorganya.
Minggu, 18 November 2018
Sabtu, 17 November 2018
Bercinta Di Waktu Turunnya Hujan Deras
INFO-DEWASA - Terbaru cerita mesum Saya saat ini ketiga SMA kelas, aku punya dua teman wanita yang sangat dekat dengan saya. Nama salsa dan Liana. Mereka berdua sangat indah; mereka juga tubuh yang ramping dan sangat seksi dengan hampir payudara yang sama sekitar 34B. untuk pantat Liana seksi dengan yang lebih besar dan lebih menjulang mundur. Namun Salsay terlihat HOT untuk Salsay sering berpakaian super seksi.
Pada saat itu belajar di rumah Salsa kita telah berjanji bersama bertemu ayah di sana, waktu telah menunjukkan pukul 18.00, aku segera mengambil sepeda unutk menuju rumah Salsa, eee tidak taunya hujan setengah berat sekali mengguyur kota Bandung, saya terpaksa berhenti dan menunggu hujan berhenti, karena saya sudah punya janji dengan mereka berdua untuk belajar bersamasama, baik .. aku bersedia mengorbankan meskipun hujan belum reda. cerita gay ABG
Dan akhirnya saya tiba di rumah Salsa dengan basah kuyup. Tibatiba Salsa keluar dari rumahnya dengan suara motor saya, mengetahui kapan saya memakai sepeda motor Ninja cukup berisik untuk didengar. “ML Memek Perawan”
Salsa tibatiba didekati untuk membuka pagar, agaraku bisa masuk, dan secara otomatis salsa menjadi basah, dan melihat pemandangan menggoda saya. BHnya jelas bagi saya, dan saya pikir ukuran cukup besar (36B) dan saat ia mengenakan bra hitam, sehingga jelas bagi saya. “Ngesex Memek Perawan”
DEPOSIT VIA PULSA
BONUS DEPOSIT GOPAY 10%
BONUS NEW MEMBER 100.000 BONUS DEPOSIT HARIAN 5%
Setelah itu saya pergi ke rumahnya, dan izin untuk Salsa ke toilet untuk membersihkan tubuh saya karena hujan lalu. Ketika aku mandi terdengar Salsa mengetuk pintu dan memanggil saya untuk memberikan handuk, aku membuka pintu dan mengambil handuk. “Pus Naked ABG HOT”
Setelah mandi aku keluar hanya mengenakan handuk saja. Saya mencari untuk meminjam pakaian Salsa saudara yang kebetulan berada di luar kota. Saya melihat di sekitar rumah, dan saya merasa tidak ada orang lain di rumah.
Mengabaikannya, saya pikir. Dan aku dikejutkan oleh suara seseorang memanggil saya, ketika saya melihat, dia Liana, yang tahu kapan datangnya. Kemudian dia memberi saya pakaian, saya terkejut dia membuat, karena saya tidak tahu dia ketika itu datang.
Aku kembali ke kamar mandi untuk memakai baju ini. Dan ketika aku mengganti pakaian, tibatiba Salsa datang, dan sangat terkejut karena saya pikir saya tidak ada di dalam (maklum lupa kunci pintu kamar mandi saya). “Pus Naked ABG HOT”
Salsa mengatakan dengan wajah terserang, “Maaf yah,” dan dia langsung pergi keluar dan saya terus memakainya. Setelah selesai, aku pindah dari sana. Aku pergi ke ruang tamu dan melihat mereka sedang bersiapsiap untuk memulai belajar bersama. “Ngesex Memek Perawan”
Aku bisa melihat wajah Salsa agak canggung. Setelah itu saya duduk dan mengeluarkan sebuah buku yang telah saya dibawa. Setelah beberapalama belajar, siapa tahu apa yang masuk ke otak saya sehingga membuat “Joni” berdiri.
Pada saat itu Salsa meminta maaf kepada saya atas apa yang terjadi sebelumnya, dan berbisik padanya tidak memberitahu pada siapa pun, aku bahkan berkata ya. Ketika Liana diundang untuk menonton VCD yang baru dipinjam untuk melepas terlambat dalam belajar, dan kami pergi ke ruang Salsa.
Kami bertiga mulai menonton film. Setelah beberapa saat kita menonton, tampaknya adegan yang “hot”, kami betiga hanya diam, saling memandang. Aku melihat Liana sudah mulai gelisah, mungkin melihat kejadian, dan terlihat Salsa yang telah diam, tapi dia seperti mulai terangsang oleh adegan. “Pus Naked ABG HOT”
Saya juga melirik Salsa, dan tanpa dia mengetahui dia menggosok ke arah kemaluannya, dan sedikit desahan kecil, “Sshh .. ahh ..” ini membuat “Joni” beranjak dari tempatnya. Bangunlah hati saya untuk bekerja pada mereka berdua.
Aku menggeser posisi dudukku untuk lebih dekat dengan mereka berdua. Saya juga memberanikan diri untuk membelai pahanya yang montok dan putih mulus. Dia hanya diam, seakan menikmati persuasi itu.
Liana melihat dan ikut terangsang juga, ketika liana putus asa untuk mendapatkan dekat dengan saya, dan tibatiba dia mencium bibirku dengan hangat, dan aku menjawab dengan ciuman manis. Sangat lembut ciuman yang membuat saya bahkan lebih membabi buta. “Ngesex Memek Perawan”
Aku meremas dada Liana masih terbungkus BH, dan Liana sangat menikmati. Tibatiba saya mendengar terkesiap Salsa, “Shh .. ahh .. memuaskan saya malam ini, .. pleassee, aku sudah tidak tahannich.” Saya mengatakan kepada mereka untuk melepas salah satu pakaianNya dengan satu.
Mereka cepat pakaiannya. Kemudian Liana pengupasan pakaian saya, dan ketika ia membuka mereka terbelalak celana, karena saya adalah besar seeing 20cm. Salsa ayam cepat melahap sudah tegang dari sebelumnya.
Ketika Salsa melahap penisku, aku terus menjilati puting Liana sudah mulai mengeras, dan Liana menggelinjang keenakan. Pada waktu itu saya mengatakan kepada Liana telentang di tempat tidur, sekarang aku mulai menjilati kemaluannya sudah mengeluarkan bau yang harum dari kemaluannya.
Aku terus menjilati dengan liar, dengan sedikitsedikitngocok aku mengocok dengan jari saya, dan ia menikmatinya. Dia mengatakan kepada saya untuk memasukkannya ke dalam vaginanya, “Ayo, masuk dong itunya, saya sudah tidak sabar menunggunya,” kataku,
“Ya sayang, tunggu yah ..” tibatiba Salsa melepaskannya dari pangkal paha mulutnya dan memandunya batanganku masuk ke dalam liang milik Liana dibasahi sebelumnya. “Ngesex Memek Perawan”
“Berkatilah .. memberkati .. memberkati” batanganku masuk setengah, dan aku menggoyangkan bolakbalik perlahan dengan bantuan Salsa yang terus memeluk saya dan mencium itu.
Tibatiba Liana menjerit kesakitan saat batang kemaluanku itu terlalu besar untuk masuk ke dalam liang senggama nya. Aku terus berusaha, dan akhirnya batangku itu juga berhasil lenyap semua dalam, dan terasa saya cairan hangat yang keluar dari Liana kemaluan.
“Ahh .. ahh .. ah .. Liana ..” Setelah 20 menit saya melakukannya dengan Liana, kini giliran Salsa yang luar tahandengan terangsang nya itu.
Saya kemudian mulai menggali ke dalam Salsa sangat menggodaitu,
“Berkatilah .. memberkati ..” amblaslah sudah batanganku itu di dalamnya.
“Ah ah ah ..” desahnya. Aku merasa dia akan orgasme, tapi itu benar dia mendesah,
“Yonn .. aa .. kuu maa .. uu .. keeluarr ..”
Lalu aku berkata, “Tunggu sebentar .. juga mengatakannya lagi, aku nich maukeluar ..” Dan setelah beberapa saat dia orgasme, dan debit yang terasa hangat untuk saya.
Segera setelah goyanganku aku juga mempercepat dan .. “.. Creett creett croott .. ..” Aku meludah seluruh cum di Salsa mulut dan Liana. “Ngesex Memek Perawan”
Mereka berdua sangat menikmatinya. Kami bertiga juga merosot di tempat tidur. Salsa dan Liana bekata saya, “gay Memek ABG HOT”
“Terima kasih Yah sayang, aku tidak pernah merasa seperti ini. Emang kau begitu besar untuk melakukan hal ini,”
Saya bekata, “Ya sayang,” sementara aku mencium bibir mereka bersamasama. Karena itu sudah larut malam aku bergegas pulang dan mengucapkan selamat tinggal kepada mereka. Setelah kejadian itu kami sering melakukan, baik di rumah atau di hotel.
Jumat, 16 November 2018
Rabu, 14 November 2018
Selasa, 13 November 2018
Senin, 12 November 2018
Pembantu ku yang Super Nakal
TempePedot - Maukan kamu mijit Bapak lagi ? Pegal2 nih kan udah seminggu? Bisa Pak, jam berapa Bapak pulang ? Sekarang? Baik Pak, tapi saya mau mandi dulu? Agak lama aku menunggu di depan pintu baru Tini membukanya. Maaf Pak, tadi baru mandi Kata Tini tergopohgopoh. Ah, penisku mulai bergerak naik. Tini mengenakan daster yang basah di beberapa bagian dan jelas sekali bentuk bulat buah kembarnya sebagai tanda dia tak memakai BH. Mungkin buruburu. Engga apaapa.
Bisa mulai ? Bisa pak saya ganti baju dulu? Hampir saja aku bilang, engga usah, kamu gitu aja. Untung tak jadi, ketahuan banget ada maksud lain selain minta pijit. Aku masuk kamar dan segera bertelanjang bulat. Terbawa suasana, penisku udah tegak berdiri. Kututup dengan belitan handuk. Pintu diketok. Tini masuk. Mengenakan rok terusan berbunga kecil warna kuning cerah, agak ketat, agak pendek di atas lutut, berkancing di depan tengah sampai ke bawah, membuatnya makin tampak bersinar. Warna roknya sesuai benar dengan bersih kulitnya
Dada itu kelihatan makin menonjol saja. Penisku berdenyut. Siap Tin? Ya pak? Dengan hanya berbalut handuk, aku rebah ke tempat tidur, tengkurap. Tini mulai dengan memencet telapak kakiku. Ini mungkin urutan yang benar. Cara memijat tubuhku bagian belakang sama seperti pijatan pertama minggu lalu, kecuali waktu mau memijat pantat, Tini melepaskan handukku, aku jadi benar2 bugil sekarang. Wangi sabun mandi tercium dari tubuhnya ketika ia memijat bahuku. Selama telungkup ini, penisku bergantiganti antara tegang dan surut. Bila sampai pada daerah sensitif, langsung tegang. Kalau ngobrol basabasi dan serius?, surut. Kalau ngobrolnya menjurus, tegang lagi.
Depannya Pak? Dengan tenang aku membalikkan tubuhku yang telanjang bulat. Bayangkan, terlentang telanjang di depan pembantu. Penisku sedang surut. Tini melirik penisku, lagi2 hanya sekilas, sebelum mulai mengurut kakiku. Sekarang aku dengan jelas bisa melihatnya. Bayanganku akan bentuk buah dadanya di balik pakaiannya membuat penisku mulai menggeliat. Apalagi ketika ia mulai mengurut pahaku. Batang itu sudah tegak berdiri. Cara mengurut paha masih sama, sesekali menyentuh buah pelir. Bedanya, Tini lebih sering memandangi kelaminku yang telah dalam kondisi siap tempur. Kenapa Tin ? Aku mulai iseng bertanya.
Ah engga katanya sedikit gugup.?Cepet bangunnya hi ..hi..hi..? katanya sambil ketawa polos. Iya dong. Kan masih sip kata kamu? Ada bedanya lagi. Kalau minggu lalu sehabis dari paha dia terus mengurut dadaku, kali ini dia langsung menggarap penisku, tanpa kuminta ! Apakah ini tanda2 dia akan bersedia kusetubuhi ? Jangan berharap dulu, mengingatkesetiaan?nya kepada isteriku. Cara mengurut penisku masih sama, pencet dan urut, hanya tanpa kocokan.
Jadi aku tak sempat mendaki?, cuman pengin menyetubuhinya ! Udah. Benar2 masih sip, Pak? Mau coba sipnya ? kataku tiba2 dan menjurus. Wajahnya sedikit berubah. Jangan dong Pak, itu kan milik Ibu. Masa sih sama pembantu? Engga apaapa asal engga ada yang tahu aja ? Tini diam saja. Dia berpindah ke dadaku. Artinya jarak kami makin dekat, artinya rangsanganku makin bertambah, artinya aku bisa mulai menjamahnya. Antara 2 kancing baju di dadanya terdapat celah terbuka yang menampakkan daging dada putih yang setengah terhimpit itu. Aduuuhhh. Aku mampu bertahan engga nih. Apakah aku akan melanggar janjiku ? Seperti minggu lalu juga tangan kiriku mulai nakal. Kuusapusap pantatnya yang padat dan menonjol itu. Seperti minggu lalu juga, Tini menghindar dengan sopan.
Tapi kali ini tanganku bandel, terus saja kembali ke situ meski dihindari berkalikali. Lama2 Tini membiarkannya, bahkan ketika tanganku tak hanya mengusap tapi mulai meremasremas pantat itu, Tini tak berreaksi, masih asyik mengurut. Tini masih saja asyik mengurut walaupun tanganku kini sudah menerobos gaunnya mengeluselus pahanya. Tapi itu tak lama, Tini mengubah posisi berdirinya dan meraih tangan nakalku karena hendak mengurutnya, sambil menarik nafas panjang. Entah apa arti tarikan nafasnya itu, karena memang sesak atau mulai terangsang ? Tanganku mulai diurut. Ini berarti kesempatanku buat menjamah daerah dada. Pada kesempatan dia mengurut lengan atasku, telapak tanganku menyentuh bukit dadanya. Tak ada reaksi. Aku makin nekat.
Tangan kananku yang sedari tadi nganggur, kini ikut menjamah dada sintal itu. Paak Katanya pelan sambil menyingkirkan tanganku. Okelah, untuk sementara aku nurut. Tak lama, aku sudah tak tahan untuk tak meremasi buah dada itu. Kudengar nafasnya sedikit meningkat temponya. Entah karena capek memijat atau mulai terangsang akibat remasanku pada dadanya. Yang penting : Dia tak menyingkirkan tanganku lagi. Aku makin nakal. Kancing paling atas kulepas, lalu jariku menyusup. Benar2 daging padat. Tak ada reaksi. Merasa kurang leluasa, satu lagi kancingnya kulepas. Kini telapak tanganku berhasil menyusup jauh sampai ke dalam BHnya, Ah putting dadanya sudah mengeras ! Tini menarik telapak tanganku dari dadanya. Bapak kok nakal sih Katanya, dan .. tibatiba dia merebahkan tubuhnya ke dadaku.
Aku pindah ke dada kanan, kulum juga. Kupelorotkan roknya hingga jatuh ke lantai. Kulepaskan kaitan BHnya sehingga jatuh juga. Dengan perlahan kurebahkan Tini ke kasur, dada besar itu berguncang indah. Kembali aku menciumi, menjilati dan mengulumi kedua buah dadanya. Tini tak malu2 lagi melenguh dan merintih sebagai tanda dia menikmati cumbuanku. Tanganku mengusapi pahanya yang licin, lalu berhenti di pinggangnya dan mulai menarik CDnya Jangan Pak.
Kata Tini terengah sambil mencegah melorotnya CD. Wah engga bisa dong aku udah sampai pada point noreturn, harus berlanjut sampai hubungan kelamin. Engga apaapa Tin ya. Bapak pengin. Badan kamu bagus bener ? Waktu aku membuka Cdnya tadi, jelas kelihatan ada cairan bening yang lengket, menunjukkan bahwa dia sudah terangsang. Aku melanjutkan menarik CDnya hingga lepas sama sekali. Tini tak mencegah lagi. Benar, Tini punya bulu kelamin yang lebat. Kini dua2nya sudah polos, dan dua2nya sudah terangsang, tunggu apa lagi.
Kubuka pahanya lebar lebar. Kuletakkan lututku di antara kedua pahanya. Kuarahkan kepala penisku di lubang yang telah membasah itu, lalu kutekan sambil merebahkan diri ke tubuhnya. Auww. Pelan2 Pak. Sakit.!? Bapak pelan2 nih ? Aku tarik sedikit lalu memainkannya di mulut vaginanya. Bapak sabar ya. Saya udah lamaa sekali engga gini ? Ah masa ? Benar Pak? Iya deh sekarang bapak masukin lagi ya. Pelan deh..? Benar Bapak engga bilang ke Ibukan ? engga dong gila apa? Terpaksa aku pegangi penisku agar masuknya terkontrol. Kugesergeser lagi di pintu vaginanya, ini akan menambah rangsangannya.
Baru setelah itu menusuk sedikit dan pelan. Aaghhhhfff? serunya, tapi tak ada penolakan kaya tadi Sakit lagi Tin Tini hanya menggelengkan kepalanya. Terusin Pakperlahan? sekarang dia yang minta. Aku menekan lagi. AH bukan main sempitnya vagina wanita muda ini. Kugosokgosok lagi sebelum aku menekannya lagi. Mentok. Kalau dengan isteriku atau Si Ani, tekanan segini sudah cukup menenggelamkan penisku di vaginanya masingmasing.
Tini memang beda. Tekan, goyang, tekan goyang, dibantu juga oleh goyangan Tini, akhirnya seluruh batang panisku tenggelam di vagina Tini yang sempit itu. Benar2 penisku terasa dijepit. Aku menarik penisku kembali secara amat perlahan. Gesekan dinding vagina sempit ini dengan kulit penisku begitu nikmat kurasakan. Setelah hampir sampai ke ujung, kutekan lagi perlahan pula sampai mentok. Demikian seterusnya dengan bertahap menambah kecepatan. Tingkah Tini sudah tak karuan.
Selain merintih dan teriak, dia gerakkan tubuhnya dengan liar. Dari tangan meremas sampai membanting kepalanya sendiri. Semuanya liar. Akupun asyik memompa sambil merasakan nikmatnya gesekan. Kadang kocokan cepat, kadang gesekan pelan. Penisku mampu merasakan relung2 dinding vaginanya. Memang beda, janda muda beranak satu ini dibandingkan dengan isteriku yang telah kali melahirkan. Beda juga rasanya dengan Ani yang walaupun juga punya anak satu tapi sudah 30 tahun dan sering dimasuki oleh suaminya dan aku sendiri.
Aku masih memompa. Masih bervariasi kecepatannya. Nah, saat aku memompa cepat, tiba2 Tini menggerakgerakan tubuhnya lebih liar, kepalanya berguncang dan kuku jarinya mencengkeram punggungku kuatkuat sambil menjerit, benar2 menjerit ! Dua detik kemudian gerakan tubuhnya total berhenti, cengkeraman makin kuat, dan penisku merasakan ada denyutan teratur di dalam sana.
Ohh nikmatnya.. Akupun menghentikan pompaanku. Lalu beberapa detik kemudian kepalanya rebah di bantal dan kedua belah tangannya terkulai ke kasur, lemas. Tini telah mencapai orgasme ! Sementara aku sedang mendaki. Paaak ooohhhh..? Kenapa Tin ? Ooohh sedapnya ? Lalu diam, hening dan tenang. Tapi tak lama. Sebentar kemudian badannya berguncang, teratur. Tini menangis ! Kenapa Tin ? Air matanya mengalir. Masih menangis. Kaya gadis yang baru diperawani saja. saya berdosa ama Ibu? katanya kemudian Engga apaapa Tin.. Kan Bapak yang mau? Iya .. Bapak yang mulai sih.
Kenapa Pak ? Jadinya saya engga bisa menahan Aku diam saja. Saya khawatir Pak Sama Ibu ? Bapak engga akan bilang ke siapapun? Juga khawatir kalo kalo ? Kalo apa Tin ? Kalo saya ketagihan Oh jangan khawatir, Pasti Bapak kasih kalo kamu pengin lagi. Tinggal bilang aja? Ya itu masalahnya? Kenapa ? Kalo sering2 kan lama2 ketahuan ..? Yaah harus hati2 dong? kataku sambil mulai lagi menggoyang. Kan aku belum sampai. Ehhmmmmmm reaksinya. Goyang terus. Tarik ulur. Makin cepat. Tini juga mulai ikut bergoyang. Makin cepat.
Aku merasakan hampir sampai di puncak. Tin Ya Pak Bapak. hampir. sampai ? Teruus Pak? Kalo.. keluar .gimana ? Keluarin..aja Pak Engga. apaapa? Engga.. usah dicabut? Jangan.. pak . aman.. kok? Aku mempercepat genjotanku. Gesekan dinding vaginanya yang sangat terasa mengakibatkan aku cepat mencaki puncak. Kubenamkan penisku dalam2 Kusemprotkan maniku kuat2 di dalam. Sampai habis. Sampai lunglai. Sampai lemas. Beberapa menit berikutnya kami masih membisu. Baru saja aku mengalami kenikmatan luar biasa.
Suatu nikmat hubungan seks yang baru sekarang aku alami lagi setelah belasan tahun lalu berbulan madu dengan isteriku. Vagina Tini memanggurih?, dan aku bebas mencapai puncak tanpa khawatir resiko. Tapi benarkah tanpa resiko. Tadi dia bilang aman. Benarkah ? Tin Ya .. Pak? Makasih ya benar2 nikmat? Samasama Pak. Saya juga merasakan nikmat? Masa ..? Iya Pak. Ibu benar2 beruntung mendapatkan Bapak? Ah kamu ? Baner Pak. Sama suami engga seenak ini? Oh ya ? Percaya engga Pak. Baru kali ini saya merasa kaya melayanglayang ? Emang sama suami engga melayang, gitu? Engga Pak. Seperti yang saya bilang punya Bapak bagus banget? Katamu tadi.
Dia mau ajak saya ke Hotel. Kalo saya mau, akan dikasih lagi sebesar itu? Trus ? Saya waktu itu benar2 butuh buat bayar rumah sakit, biaya perawatan adik saya. Jadi saya mau? Pernah sama tamu yang lain ? Engga pernah Pak. Habis itu trus saya langsung berhenti? Kapan kamu terakhirmain ? Ya itu sama tamu yang nafsunya gede itu, 4 bulan lalu. Setelah itu saya kerja jadi pembantu sebelum kesini. Selama itu saya engga pernah?main?, sampai barusan tadi sama Bapak .
Enak banget barusan kali karena udah lama engga ngrasain yaPak atau emang punya Bapak siip bangethi..hi..? Polos banget anak ini. Aku juga merasakan nikmat yang sangat. Dia mungkin engga menyadari bahwa dia punya vagina yanglegit?, lengketlengket sempit, dan seret.Kamu engga takut hamil sama tamu itu ? Engga. Sehabis saya melahirkan kan pasang aiyudi (maksudnya IUD, spiral alat KB). Waktu cerai saya engga lepas, sampai sekarang.
Bapak takut saya hamil ya? Aku lega bukan main. Berarti untuk selanjutnya, aku bisa dengan bebas menidurinya tanpa khawatir dia akan hamil. Jam berapa Pak ? Jam 4 lewat 5? Pijitnya udah ya Pak. Saya mau ke belakang dulu? Udah disitu aja? kataku sambil menyuruh dia ke kamar mandi dalam kamarku. Dengan tenangnya Tini beranjak menuju kamar mandi, masih telanjang. Goyang pantatnya lumayan juga. Tak lama kemudian Tini muncul lagi.
Baru sekarang aku bisa jelas melihat sepasang buah dada besarnya. Bergoyang seirama langkahnya menuju ke tempat tidur memungut BHnya. Melihat caranya memakai BH, aku jadi terangsang. Penisku mulai bangun lagi. Aku masih punya sekitar 45 menit sebelum isteriku pulang, cukup buat satu ronde lagi. Begitu Tini memungut CDnya, tangannya kupegang, kuremas. Bapak pengin lagi, Tin? Ah nanti Ibu keburu dateng , Pak? Masih ada waktu kok? Ah Bapak nih gede juga nafsunya? katanya, tapi tak menolak ketika BH nya kulepas lagi.
Sore itu kembali aku menikmati vagina legit milik Tini, janda muda beranak satu, pembantu rumah tanggaku.. Hubungan seks kami selanjutnya tak perlu didahului oleh acara pijitan. Kapan aku mau tinggal pilih waktu yang aman (cuma Tini sendirian di rumah) biasanya sekitar jam 2 siang. Tini selalu menyambutku dengan antusias, sebab dia juga menikmati permainan penisku.






















